Organ intim wanita sangat kompleks dengan beberapa masalah yang sering dikeluhkan perempuan. Dari mulai menstruasi sampai keputihan dan keluhan2n lain yang sering jadi kekhawatiran bagi kaum perempuan. Vagina adalah bagian penting alat kopulasi (senggama) bagi perempuan, untuk itu anda harus benar-benar mengenalinya dan bisa menjaga kesehatannya sebaik mungkin.

Hati-hati bila sering menggunakan Vibrator (Seks Toys)

Mencium bau yang aneh dan agak amis di area kelamin? Ini bisa menjadi indikasi gejala bakteri vaginosis, yaitu maraknya pertumbuhan bakteri di vagina yang terkadang disertai dengan cairan berwarna milky gray.

Salahkan infeksi pada vibrator (atau jenis sex toys lainnya) yang tidak higienis. Jika Anda tak rutin membersihkan setelah menggunakannya, Anda akan meninggalkan cairan tubuh yang menjadi penyebab pertumbuhan mikroba di vagina Anda.

Satu lagi cara kuman bisa berkembang biak: kebanyakan vibrator terbuat dari materi yang kenyal (seperti jelly) sehingga permukaannya rentan terhadap retak atau bocor. Begitu permukaannya terbuka, bakteri bisa bersembunyi dan berkembang biak di dalamnya, kemudian pindah ke vagina Anda.

Kalau ini terjadi pada Anda, hal pertama yang mesti dilakukan adalah membersihkan infeksi tersebut. Jangan menunda sesi checkup ke ginekolog untuk tes (sang dokter bisa langsung melakukannya di ruang prakteknya), sekaligus untuk mendapatkan resep obat yang diperlukan. Dan biasakan membersihkan vibrator setiap habis dipakai dengan sabun dan air panas. Cuci dengan baik, keringkan secara menyeluruh (bakteri bisa hidup di butiran air), lalu taruh di kantong plastik khusus. Pilih sex toy yang terbuat dari materi seperti silikon yang telah mendapat persetujuan dari dinas kesehatan (FDA) yang lebih mudah dibersihkan dan kualitasnya tidak akan berkurang.

Selalu Buang Air Kecil Setelah Seks?

Anda mungkin pernah dengar kalau untuk mencegah infeksi saluran kencing (Urinary Tract Infection atau UTI), Anda dianjurkan untuk menuruti ‘panggilan alam’ sebelum dan sesudah bercinta. Membuang air kecil setelah intercourse, walaupun Anda tidak benar-benar kebelet, memang bisa membantu membuang bakteri penyebab infeksi dari tubuh Anda, tapi ketika Anda melakukannya sebelum bercinta, justru berpotensi melemahkan aliran urin setelahnya, sehingga kemungkinan pengeluaran mikroba pun berkurang.

Kali lain Anda berencana untuk beraksi di atas ranjang, tahan keinginan untuk ke kamar mandi (kecuali memang Anda benar-benar kebelet). Sesudah seks baru buang air kecil supaya bakteri yang berbahaya bisa langsung dikeluarkan. Atau, Anda bisa melakukan quick shower dengan sabun lembut sebelum seks. Hal simpel ini akan membersihkan tubuh dari kuman, sehingga mengurangi kemungkinan  buang air kecil setelah Seks.

Menstruasi Terlampau Banyak?

Tanda dari siklus perios berlebihan: Anda mesti mengganti pembalut sampai enam kali (atau lebih) per hari, atau masa datang bulan berlangsung lebih dari tujuh hari. Tak hanya itu, Anda juga menemukan cairan kental berwarna gelap, atau yang disebut dengan blood clot. Ini berarti tubuh Anda kurang memproduksi progesteron, alias hormon yang akan mencegah terjadinya penggumpalan tersebut.

Sebenarnya keluar darah banyak bukanlah suatu problem yang besar. Tapi kadang bisa menjadi berbahaya karena kurang darah bisa mengakibatkan anemia, karena menurunnya sel darah merah Anda. Coba pikirkan lagi: apakah Anda sering merasa kecapekan, tidak fokus, dan kekurangan energi?

Kunci untuk mengatasinya adalah SEGERA TEMUI DOKTER untuk mencegah pendarahan berlebihan tersebut. Minta resep dari dokter untuk obat bernama Lysteda, yang akan meringankan menstruasi Anda. Wanita yang menggunakan obat ini bisa mengurangi pengeluaran darah sampai 40%. Tipe birth control yang bersifat hormonal juga bisa membantu seperti pil dan NuvaRing. Anda bahkan bisa menenggak pil birth control bernama Seasonique yang akan menghilangkan menstruasi bulanan, sehingga Anda akan mendapatkan mens yang lebih ringan hanya empat kali dalam setahun, tapi tentu harus berkonsultasi dulu dengan dokter.

Satu hal lagi yang mesti Anda ketahui. Penggumpalan bisa juga menjadi indikator akan fibroids atau uterine polyps – dua pertumbuhan uterine jinak yang sebenarnya cukup lazim ditemukan pada wanita berumur 20an dan 30an.

Kurang Bergairah Saat diajak Seks Karena KB?

Suami ingin bercinta, tapi entah mengapa, Anda tak merasa bergairah. Bahkan setelah dijamu dengan sesi foreplay, Miss V tidak kunjung basah malah semakin jenuh. Bagi beberapa wanita, jenis kontrasepsi tertentu memang bisa menimbulkan penurunan libido. Satu teori: hormon artifisial pada pil telah merusak level testoteron dalam tubuh yang bertanggung jawab atas sex drive Anda. Dampaknya, rasa horny tak kunjung menghampiri, dan tanda-tanda yang biasanya muncul saat sedang turned on seperti sensasi terlubrikasi tidak terjadi. Segera konsultasikan pil alternatif dari ginekolog Anda, terutama yang tidak mengandung hormon perusak keseimbangan kadar testoteron. Untuk sementara, anda bisa menggunakan ekstra lubrikan berbasis silikon sebelum bercinta, untuk membantu kenyamanan bercinta dengan suami.

Jangan menggunakan Celana Jeans terlalu Ketat!

Perlu diketahui bahwa Jeans yang terlalu ketat akan menekan saraf pada tulang panggu, dan mengakibatkan kurangnya aliran darah dan oksigen ke vagina atau disebut meralgia paresthetica. Dikhawatirkan jika terlalu sering memakai jeans ketat efek jangka panjangnya Anda akan merasa sakit luar biasa di vagina karena saraf yang rusak. Perhatikan ukuran celana yang sering Anda kenakan agar ada ruang bagi vagina untuk menerima aliran udara.

Gatal – gatal setelah Seks?

Sehari setelah seks, area vagina terasa amat gatal. Anda yakin benar kalau itu adalah gejala keputihan, tapi penyebabnya sulit diketahui karena sebelumnya tidak pernah mengalami seperti ini? Satu kemungkinan: sperma merusak keseimbangan kadar PH di vagina, dan tak hanya sperma yang bisa memacu keputihan, air liur pun bisa mengubah keseimbangan tersebut. Walau rasa gatal menjadi indikator utama, tapi Anda akan tahu munculnya bakteri keputihan ketika ada cairan kental yang keluar.

Gunakan krim OTC, atau minta resep obat dari dokter. Biasakan memakai kondom setiap kali intercourse. Kalau Anda merasa ini mengurangi kepuasan bercinta, setidaknya bersihkan tubuh paska seks dengan paper towel, tisu atau mandi.

Ada Cairan dan plek cokelat keluar? Jangan khawatir dulu!

Cairan cokelat gelap di akhir periode. Ini sebenarnya sisa darah dari menstruasi Anda yang belum keluar. Semakin lama keluarnya, semakin gelap pula warnanya. Dan sesekali akan tercium bau yang tajam.
Terasa ada benjolan di bagian dalam vagina. Selaput di dalam vagina terasa kasar karena sangat berpori dan dilintasi oleh pembuluh darah. Tapi kalau benjolan terasa sakit ketika disentuh, Anda harus mulai merasa khawatir.

Jadwal datang bulan memengaruhi pengeluaran cairan Anda. Setelah menstruasi, biasanya terlihat lebih kental dan pekat; saat ovulasi terasa lebih basah dan berlendir seperti putih telur; terlihat lebih kental dan berwarna putih sampai kuning pucat. Segera temui dokter cairan tersebut berbau amis, warna kuning kehijauan, atau terasa panas.

*Source*



Post a comment

Name: 
Email: 
URL: 
Comments: